Memasuki tahun ajaran baru 2025-2026 SMAN 1 Sumenep menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Pendidik. Workshop digelar dengan tema Peningkatan Strategi Pembelajaran Mendalam untuk Jenjang SMA. Dilaksanakan selama empat hari, mulai dari tanggal 12, 14, 15, dan berakhir pada tanggal 16 bulan Juli 2025.
Untuk memberikan pemahaman peserta terhadap Pembelajaran Mendalam dan implementasi dalam pembelajaran di kelas, kepala sekolah SMAN 1 Sumenep menghadirkan pemateri yang mumpuni dan ahli di bidang pembelajaran yaitu Profesor Suyatno. Beliau guru besar pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Workshop diikuti oleh seluruh guru pengajar di SMAN 1 Sumenep tanpa terkecuali.

Drs. Rafiudin, M.Pd. selaku kepala sekolah SMAN 1 Sumenep menyampaikan tujuan dilaksanakannya workshop.
“Tahun ajaran baru segera dimulai. Seluruh guru di SMAN 1 Sumenep menyambut dengan semangat dengan menyiapkan pembelajaran yang berkualitas, menarik dan menyenangkan bagi peserta didik khususnya implementasi pembelajaran mendalam”. Demikian Pak Rafi, biasa dipanggil, memaparkan tujuan pelaksanaan workshop.
Kegiatan workshop dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sumenep Dr. Budi Sulistyo, S.Pd., M.Si. pada hari Sabtu pagi (2/7/2025) di Aula Said Abdullah SMAN 1 Sumenep.

Dalam sambutan pembukaannya, Kacabdin menyampaikan kepada para guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan perhatian pada anak didik.
“Bapak/Ibu guru dalam mengajar harus sering memberikan apresiasi kepada peserta didik, walaupun hanya satu buah permen. Hal itu sangat berarti bagi anak-anak”, ujar Pak Budi, panggilan akrabnya, saat memberikan sambutan pembukaan acara workshop.
Profesor Suyatno selaku pemateri mengajak semua guru di SMAN 1 SMAN 1 Sumenep untuk menjadi guru yang hebat. Dengan menggunakan simulasi game, profesor Suyatno mengajak guru menulis komitmen “Saya guru hebat” di atas lembar kertas dengan bubuhan tandatangan. Simulasi ini bertujuan membangun keyakinan dan semangat guru dalam menjalankan fungsi sebagai pendidik.

Selain itu, Profesor Suyatno juga mengajak guru menuliskan angka dan huruf pada dua kertas putih yang berbeda. Angka menunjukkan kualitas pendidikan, sedangkan huruf merupakan deskripsi dari kualitas model pembelajaran. Semakin tinggi angka semakin tinggi kualitas pembelajaran yang dilakukan guru di kelas.
Dari kegiatan ini para guru merefleksikan terhadap kualitas pembelajaran yang telah dilakukan selama ini di kelas, terutama saat berinteraksi dengan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Selanjutnya, para guru diajak untuk menaikkan kualitas model pembelajaran dengan menuliskan di rumah masing-masing.

Profesor Suyatno terus mengeksplorasi guru secara berkelompok untuk menerapkan pembelajaran bermakna dalam pembelajaran. Masing-masing kelompok tiga orang. Setiap kelompok bekerjasama menentukan model pembelajaran dalam menciptakan suasana pembelajaran maindfull (kesadaran penuh), meaningfull (penuh makna ), dan joyfull (menyenangkan) sebagai ruh dari Pembelajaran Mendalam.
Dari beberapa simulasi game yang dipraktekkan dengan melibatkan seluruh guru, profesor Suyatno mengajak para guru agar kreatif dalam mengajar. Guru yang kreatif dalam mengajar akan membuat peserta didik semangat, aktif, dan senang serta nyaman belajar di dalam kelas. Jika peserta didik semangat, senang dan nyaman dalam suasana belajar, akan melahirkan sebuah pembelajaran yang sangat mendalam, berkesan, penuh makna, serta bagi peserta didik.

Para guru antusias mengikuti workshop yang yang dibimbing oleh profesor Suyatno. Tampak guru semangat dan penuh ceria mengikuti paparan materi yang disampaikan secara santai dan menarik model game.
Salah satu guru bernama lengkap Januar Anton S.Pd. mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti workshop.
“Sebuah pengalaman berharga. Kegiatan ini sangat menarik, menantang dan berkesan. Dan yang terpenting, sangat bermanfaat bagi guru dalam mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam dalam kegiatan belajar mengajar di kelas”. Demikian Pak Anton seorang guru muda pengampu bidang fisika di SMAN 1 Sumenep mengungkapkan pengalamannya mengikuti materi pada hari pertama gelaran workshop. [Syafiuddin Syarif]
