Sosialisasi Bahaya Seks Bebas dilakukan terhadap peserta didik SMANSA Sumenep oleh SAKA (Satuan Karya) Bakti Husada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep. Saka Pramuka di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI memberikan kegiatan pembinaan atau sosialisasi bertempat di gedung pertemuan Said Abdullah Hall pada hari Rabu (20/8/2024).

Sosialisasi itu dikemas dengan acara Pembinaan SAKA BAKTI HUSADA (SBH). Diikuti oleh dua puluh (20) pelajar laki-laki dan perempuan peserta didik SMAN 1 Sumenep. Materi yang disosialisasikan tentang gizi, obat, lingkungan sehat, perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS) dan pengendalian penyakit.

Sebagai pemateri Ibu Anni, selaku perawat kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Ibu Anni menyampaikan materi sosialisasi secara interaktif dengan seluruh peserta. Tanya jawab dan dialog terjalin aktif antara pemateri dan peserta. Peserta menyimak sosialisasi dengan cermat dan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pemateri.

Saat ditamintai keterangan oleh tim publikasi sekolah Ibu Anni menjelaskan tentang acara sosialisasi yang digelar.

“Acara sosialisasi atau pembinaan kesehatan terhadap para pelajar sering dilakukan. Namun, karena wabah covid-19 sosialiasi kesehatan itu vakum beberapa tahun. Saat ini, diaktifkan lagi dimulai dari SMAN 1 Sumenep”.

Ibu Anni menjelaskan bahwa acara sosialisasi kesehatan kepada pelajar berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya angka perilaku seks bebas yang terjadi di kalangan pelajar. Dimana perilaku seks bebas itu menyebabkan munculnya penyakit menular dan berbahaya berbahaya yaitu HIV dan AIDS.

“Supaya pelajar tahu dan sadar bahwa ada penyakit yang mengancam akibat dari perilaku seks bebas”. Ibu Anni mengingatkan peserta agar menghindari perilaku seks bebas.

Terkait pernyataan satu peserta tentang alat kontrasepsi berupa kondom, Ibu Anni menjelaskan secara detail.

“Memang ada wacana dari pemerintah akan melegalkan dan memberikan alat kontrasepsi bagi para remaja. Tetapi, perlu diketahui oleh semua remaja bahwa pemakaian alat kontrasepsi berupa kondom tidak sepenuhnya aman untuk menularkan penyakit infeksi seksual. Sebab, ada potensi bocor dan sobek. Atas dasar itulah, saya tekankan kepada remaja agar jangan mencoba-coba melakukan seks bebas”.

Ibu Anni menambahkan untuk pembinaan dan sosialisasi secara masif dan berkala kan dilakukan oleh tim dari puskesmas. Sedangkan dua puluh (20) peserta yang saat ini mengikuti acara pembinaan atau sosialisasi diharapkan menjadi agent of change ( agen perubahan) yang bertugas menyampaikan ke pelajar lainnya tentang bahaya perilaku seks bebas.

Kepala SMAN 1 Sumenep Drs Rafiudin, M.Pd. diantara kesibukannya menerima banyak tamu menyempatkan diri menyapa tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep. Dalam kesempatan memberikan pidato berupa sambutan singkat ia mengucapkan terima kasih kepada tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep.

” Sebagai kepala sekolah saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep. Mohon maaf, tidak bisa menyambut secara sempurna sebab ada tamu dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur”.

Rafiudin menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar mengikuti acara ini dengan sebaik-baiknya. Sebab peserta akan mendapatkan ilmu yang tidak akan diperoleh waktu pelajaran sehari-hari di kelas.

Acara Pembinaan dari Saka Bahti Husada berakhir sekitar pukul 11:00 WIB. Diakhir acara seluruh peserta melakukan foto bersama dengan seluruh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep termasuk pemateri dan pendamping peserta Ibu Hermin Irawati selaku asisten Wakahumas SMAN 1 Sumenep.[Syafiuddin Syarif]

Leave a Comment