Acara Ngobrol Penuh Inspirasi (Ngopi) Buku Bareng di SMAN 1 Sumenep kembali digelar. Gelaran pertama pada tahun ajaran 2024/2025 berlangsung pada hari Sabtu (10/8/2025). Acara berlangsung di gedung pertemuan Said Abdullah Hall dimulai pukul 08:30 wib.
Acara Ngopi sejatinya merupakan kegiatan literasi dalam bentuk bedah buku. Buku yang dibedah adalah buku yang wajib dibaca oleh siswa yang telah ditentukan pada masing-masing kelas. Kemudian setiap bulan digelar acara bedah buku secara bergantian atas buku yang telah dibaca. Setiap gelaran diikuti oleh tiga kelompok kelas dengan tugas kewajiban membaca judul buku yang sama.
Pada gelaran perdana yang dibedah adalah buku berjudul “Mata Kecoak”. Sebuah buku berbentuk antologi cerita pendek atau kumpulan cerpen karya penulis muda bernama Sayyidatul Imama. Penulis diundang dan hadir langsung pada gelaran acara Ngopi. Dia menjelaskan isi kumpulan cerpen kepada seluruh peserta yang hadir terutama bagi cerpen berjudul “Mata Kecoak” yang banyak mendapatkan respon rasa ingin tahu dari peserta.

Sayyidatul Imamah merupakan penulis muda produktif. Dalam usianya yang masih muda dia telah berhasil menulis sebanyak sembilan buku berbentuk novel dan kumpulan cerpen yang berhasil diterbitkan. Sembilan buku tersebut berjudul The Hidden Secret (Widia AP, 2016), Volvariella Volvacea (Arsha Teen, 2017), Sejarum Peniti Sepunggung Gunung (Intishar, 2017).
Selain itu, terdapat buku berjudul Banana Choreo (Laksana Diva Press, 2018), Pantomime (BIP Gramedia, 2018), Penyap (Storial Publishing, 2019). Kemudian buku berjudul Redum (Storial Publishing, 2020), Lelaki yang Bercerita tentang Suara (Basabasi, 2022), dan terakhir, Mata KecoaK (Indonesia Tera, 2023).
Gadis kelahiran Sumenep tepatnya di Dusun Serreh, RT/RW 001/002, Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan merupakan lulusan SMAN 1 Sumenep tahun 2019. Kemudian dia melanjutkan ke bangku kuliah pada kampus Universitas Padjajaran jurusan Sastra Indonesia lulus tahun 2019.
Selain sebagai penulis cerpen dan novel, perempuan kreatif ini juga menjadi content writer, copywriter, dan editor. Pada tahun 2024 dia mendapatkan beasiswa LPDP dan menjadi mahasiswa S2 jurusan MS Publishing di New York University, Amerika.

Saat sesi diskusi Sayyidatul Imama yang biasa dipanggil Dayu, memberikan kesempatan bertanya kepada beberapa peserta. Satu penanya bernama lengkap Moh. Afif Fitron Wildani kelas XIIF3 mengajukan pertanyaan tentang “lelaki dan perempuan” pada bagian cerpen yang berjudul “Bagian yang Ada”.
Satu lagi peserta bernama Bayu Rahmad Maulidi kelas XII F2 menyampaikan pertanyaan perihal keberanian penulis mengangkat tema berisi kritikan terhadap pemerintah pada cerpen berjudul “Foto Presiden”. Kemudian, pertanyaan terakhir diajukan oleh tim publikasi sekolah tentang urgensi penulis mengangkat tema gender dalam kumpulan cerpen pada masa sekarang ini.
Menjawab pertanyaan pertama, Dayu menjelaskan tentang kata “lelaki dan perempuan” pada cerpen berjudul “Bagian yang Ada”. Bahwa sebenarnya kata “lelaki” dan kata “perempuan” adalah tiga tokoh lelaki dan perempuan yang diambil dari awal suku kata, yaitu; le, la, ki, pe, rem, puan. Jadi, sebenarnya itu adalah enam tokoh dengan rincian tiga lelaki dan tiga perempuan.
Terhadap pertanyaan keberanian mengkritik pemerintah pada cerpen berjudul “Foto Presiden”, Dayu menjelaskan bahwa cerpen itu terinspirasi dari sebuah sejarah tentang penguasa diktator (rezim) di sebuah negara. Dia tertantang untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintahan diktator tanpa harus ditangkap dan dijebloskan ke penjara oleh aparat pemerintah. Tentunya dengan strategi menulis cerita dalam bentuk cerpen.

Terkait pertanyaan masalah gender yang diangkat pada satu cerpennya, dia menjelaskan bahwa cerita itu berdasar pada kisah nyata yang dialami sendiri dalam kehidupan. Di tengah kehidupan masyarakat baik yang maju (kota) dan tertinggal (desa) ketimpangan antara laki dan perempuan masih sering terjadi. Bahkan, di dalam dunia pendidikan tinggi atau kampus dominasi lelaki terhadap perempuan sangat tampak dalam interaksi akademik dan keilmuan. Dosen lelaki sering menggunakan relasi kekuasaan melakukan penetrasi verbal terhadap mahasiswa perempuan.
Ngopi (Ngobrol Penuh Inspirasi) Buku Bareng berakhir pada pukul 11:30 wib. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh seorang guru pengajar yang turut hadir. Seluruh peserta terdiri dari tiga kelas, yaitu XII F1, dan XII F2 juga XII F3, serta beberapa guru dan TAS yang turut hadir mulai meninggalkan ruang gelaran acara.[Syafiuddin Syarif]
