Dimanapun ditempatkan emas akan tetap berharga dan diminati banyak orang. MoodItulah kira-kira ungkapan yang tepat kepada SMAN 1 Sumenep. Sekalipun sekolah ini sangat jauh dari kota besar dan berada di ujung timur Pulau Madura, tepatnya Kabupaten Sumenep, namun tiada henti berkreasi dan berinovasi serta terus menghasilkan prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Inilah yang menjadi motivasi kedatangan rombongan guru dari SMAN 7 Malang ke SMAN 1 Sumenep. Maksud kedatangan rombongan untuk belajar tentang program unggulan yang dimiliki oleh SMAN 1 Sumenep. Kunjungan dilakukan pada hari Jumat (23/8/2024).

Rombongan dari SMAN 7 Malang berjumlah dua belas (12) orang. Terdiri kepala sekolah dan tenaga guru. Rombongan tiba di SMAN 1 Sumenep sekitar pukul 08:00 WIB. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh kepala SMAN 1 Sumenep di depan pintu gerbang sekolah. Kemudian disambut oleh beberapa guru dan juga pengurus OSIS dan MPK. Kedatangan rombongan SMAN 7 Malang juga disambut dengan penampilan musik tradisional Madura berupa musik Tong-tong oleh ekstrakurikuler Ragzi (Rampak Naong SMANSA Perkusi).

Penampilan musik tradisional Tong-tong sangat menghibur dan memukau tamu rombongan. Mereka sangat menikmati alunan musik tradisional Madura yang khas, keras, rancak, dan semangat. Rombongan dari SMAN 7 Malang menikmati musik Tong-tong sambil mengabadikan dengan berfoto dan sebagian mengambil video dokumentasi.

Selesai menikmati penampilan musik tradisional rombongan langsung dipersilakan menuju ke ruang pertemuan lantai dua. Di ruang pertemuan acara secara resmi dimulai sekitar pukul 08:30 WIB. Jalannya acara dipimpin oleh pembawa acara ibu Hermin Irawati. Acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan doa dengan harapan acara berjalan dengan lancar dan sukses.

Diteruskan dengan acara sambutan dari kedua sekolah. Sambutan pertama disampaikan oleh kepala SMAN 1 Sumenep. selaku tuan rumah Drs. Rafiudin,M.Pd. mengucapkan terimakasih atas kehadiran rombongan dari SMAN 7 Malang.

“Selamat datang di SMAN 1 Sumenep. Inilah adanya SMAN 1 Sumenep. Hanya ini yang bisa kami suguhkan. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan”. Rafiudin menyampaikan kepada seluruh tamu dengan sikap sahaja dan penuh keakraban.

Sambutan kedua disampaikan oleh kepala SMAN 7 Malang. Lilik Rukisworo, S.Pd., M.M. sebagai kasek SMAN 7 Malang menyampaikan terimakasih atas diterimanya dan disambutnya dengan baik oleh SMAN 1 Sumenep. Ia memperkenalkan satu persatu rombongan yang ikut belajar ke SMAN 1 Sumenep.

“Kami dari SMAN 7 Malang perlu belajar banyak dari SMAN 1 Sumenep. Sekolah ini banyak berprestasi baik level nasional ataupun internasional”, ujar kepala sekolah yang biasa dipanggil Bapak Lilik.

Acara inti penyampaian materi program unggulan di SMAN 1 Sumenep disampaikan oleh Ketua Penelitian dan Pengembangan (Litbang) SMAN 1 Sumenep Drs. H. Junaidi,M.Pd. Guru pengajar Matematika SMAN 1 Sumenep itu menjelaskan tentang pengelolaan dua kelas unggulan, yaitu kelas tahfidz dan kelas prestasi. Kelas prestasi berisi dua bagian, yaitu olimpiade sains dan riset (penelitian). Kelas tahfidz bekerjasama dengan pengajar Alquran berstatus hafidz (penghafal) dari lembaga yang tahfidz yang diakui dan nasab yang jelas.

“Kedua program unggulan yang dimiliki SMAN 1 Sumenep, kelas tahfidz dan kelas prestasi dalam pelaksanaan dan pengembangan bekerjasama sama dengan lembaga di luar sekoh. Termasuk pendanaan kita didukung oleh para orang tua peserta didik”. H. Junaidi menguraikan secara global tentang manajemen dua kelas unggulan.

Terkait kegiatan literasi dan riset dilanjutkan oleh Bapak Hari Nurdi, S.Pd. selaku penanggung jawab bidang literasi dan riset. Ia menyampaikan tentang program literasi dan riset. Pada kegiatan literasi ada kegiatan membaca 10 menit sebelum memulai pelajaran. Juga ada Ngopi (Ngobrol Penuh Inspirasi) berupa kegiatan bedah buku yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Termasuk juga kegiatan tengah semester berbentuk Pekan Literasi.

Terkait kegiatan riset M. Hari Nurdi menjelaskan tantangan dan jalan keluar dari kegiatan riset.

“Kegiatan dan pengembangan riset banyak membutuhkan biaya khususnya kegiatan laboratorium. Sangat tidak mungkin sekolah bisa membiayai semua kebutuhan biaya riset. Sehingga, kami harus minta bantuan partisipasi pendanaan dari orang tua peserta didik riset”.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ibu Dini Fitria S.Si selaku Wakakurikulum SMAN 7 Malang mengajukan pertanyaan tentang strategi pelaksanaan pembelajaran kelas unggulan tahfidz dan prestasi.

Pertanyaan Ibu Dini dijawab oleh kepala SMAN 1 Sumenep. “Khusus kelas Tahfidz waktu pagi belajar khusus menghafal Alquran. Waktu siang melanjutkan pembelajaran reguler. Khusus kelas prestasi dari pagi sampai siang belajar mengikuti pembelajaran reguler. Dari siang sampai sore mengikuti kegiatan pembinaan khusus baik OSN atau riset”.

Terkait sistem penjaringan atau rekrutmen peserta didik pada kelas unggulan ditanyakan oleh Ibu Ravika Endriyana, S. selaku Tim Pengembang Mutu Pendidikan (TPMP) SMAN 7 Malang.

Pertanyaan Ibu Ravika langsung dijawab pula oleh kasek SMAN 1 Sumenep. Bahwa rekrutmen atau penjaringan kedua kelas baik tahfidz atau prestasi dimulai dari saat PPDB hingga pada seleksi sertifikat prestasi lomba atau kejuaraan. Selanjutnya, dilakukan tes psikologi yang bekerjasama dengan lembaga psikologi UNAIR. Untuk sertifikat kejuaraan yang pelaksanaannya secara online dibatasi poinnya. Poin tertinggi yaitu kejuaraan atau lomba yang dilaksanakan oleh lembaga pemerintah dan berjenjang.

Bapak Rizky Dwi Prayogo,S.Pd. selaku staf kesiswaan menanyakan apakah ada pemberlakuan sistem promosi dan degradasi dalam kelas prestasi? Bapak Hari Nurdi selaku penanggungjawab program riset menjelaskan bahwa dalam tim riset tidak diberlakukan sistem degradasi dan promosi. Sebab sekalipun anak tidak menghasilkan prestasi ilmu riset yang dipelajari di SMA tetap mereka butuhkan terutama saat kuliah penyelesaian tugas akhir berupa skripsi atau lainnya.

Bapak Suharto selaku Wakakesiswaan SMAN7 Malang mengajukan pertanyaan tentang kegiatan non akademik kesiswaan terutama kegiatan ekstrakurikuler. Hamzah Fansuri Basar, Pak Ifan, Wakakesiswaan menjawab pertanyaan secara panjang dan rinci.

“Di SMAN 1 Sumenep banyak terdapat kegiatan kegiatan kesiswaan non akademik. Diantaranya, OSIS dan MPK yang baru ini baru menggelar acara kampanye akbar dan debat terbuka serta pemilihan ketua OSIS baru. Kedua organisasi itu bekerja secara mandiri dan memilki landasan kerja organisasi AD/ART yang disusun sendiri melalui rapat besar bernama kongres siswa SMAN 1 Sumenep”. Ifan menjelaskan dengan pelan namun jelas.

Ifan menambahkan bahwa selain OSIS dan MPK terdapat kegiatan ekstrakurikuler yang pelaksanaannya dilakukan di luar jam pembelajaran. Ada ekstra pengembangan diri yaitu Pramuka, PIK-R dan PMR, ekstra kesenian di dalamnya terdapat musik daul, tari, teater, art line dan seni lukis, juga ekstra keagamaan yaitu kajian kitab kuning dan albanjiri, serta terdapat ekstra futsal.

“Semua kegiatan ekstrakurikuler waktu dan tempat pelaksanaannya disepakati bersama antara pembina dengan anggota dan harus menyerahkan laporan dilengkapi tandatangan kehadiran dan dokumentasi kegiatan”. Ucap Ifan selesai menutup penjelasannya.

Acara diskusi Studi Tiru dengan pemaparan program dan sesi tanya jawab selesai pada pukul 10:00 WIB. Seperti biasa acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari masing-masing sekolah. Acara diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah.

Lilik Rukisworo, S.Pd., M.M. kasek SMAN 7 Malang pada saat selesai acara dimintai keterangan oleh tim publikasi SMANSA. Saat ditanya apa yang memotivasi SMAN 7 Malang melakukan studi tiru ke SMAN 1 Sumenep?

Pak Lilik, demikian biasa dipanggil, menjawab, “Tentunya kami sudah mempelajari rekam jejak dari website (sekolah). Saya dan teman-teman mencari informasi sekolah yang memiliki program unggulan yang bisa diadopsi untuk meningkatkan prestasi siswa SMAN 7 Malang. Dari proses mencari itu, akhirnya saya dan teman-teman memilih SMAN 1 Sumenep”.

Apakah dari hasil belajar dan diskusi ada program unggulan yang bisa diadopsi oleh SMAN 7 Malang? Beliau menjawab, “Banyak sekali, terutama literasi dan riset. Kedua hal itu akan menjadi prioritas utama untuk saya komunikasikan dengan teman-teman setelah tiba ke SMAN 7 Malang nanti”. Pak Lilik mengakhiri keterangan dengan dua program unggulan yang akan dibawa pulang ke Malang.[Syafiuddin Syarif]

Leave a Comment