Siswa SMA yang saat ini duduk di bangku kelas XII sebentar lagi akan menjadi mahasiswa baru. Mereka sangat membutuhkan informasi luas seputar dunia kampus dan perkuliahan. Untuk itu, sangatlah penting bagi sekolah menghadirkan beberapa kampus atau universitas ke sekolah guna diperkenalkan ke pada seluruh siswa. Beberapa kampus memberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang identitas dan status kampus, akreditasi, fakultas, jurusan, serta sistem perkuliahan, termasuk suasana lingkungan perkuliahan.
Untuk maksud di atas, SMAN 1 Sumenep menggelar acara SMANSA Edufair 2025. Dilaksanakan pada hari Kamis, 9 Januari 2025 bertempat di gedung pertemuan Said Abdullah Hall. Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta ( PTS) diundang untuk memberikan informasi yang jelas dan luas kepada siswa kelas XII terkait kampus, pilihan jurusan, dan kehidupan perkuliahan.

Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Rafiudin, M.Pd. menyambut baik digelarnya SMANSA Edufair 2025. Kasek yang biasa dipanggil Pak Rafiudin memberikan tanggapan positif.
“Sebuah kegiatan yang sangat positif dan sangat berguna bagi siswa kelas XII. Dimana, hal itu bisa memberikan gambaran terkait pendaftaran SNBP tahun 2025 secara khusus kepada siswa SMAN 1 Sumenep yang bermaksud melanjutkan pendidikan pada jenjang perkuliahan”.
Pak Rafiudin menambahkan, “Dengan adanya Edufair 2025, siswa bisa mempunyai gambaran untuk memilih perguruan tinggi yang sesuai cita-citanya”. Demikian tanggapan kepala sekolah yang berulang tahun ke-57 pada hari kemarin (8/1/2025).

Koordinator BK SMAN 1 Sumenep, RA. Dewi Hariutami, S.Ag. menyampaikan perihal digelarnya acara SMANSA Edufair 2025. Guru BK yang akrab dipanggil Ibu Dewi itu menjelaskan seputar inisiatif digelarnya acara ini.
” Acara ini didasari oleh keinginan untuk menyatukan kegiatan sosialisasi dan promosi yang dilakukan oleh kampus atau universitas baik PTN dan PTS yang datang ke SMAN 1 Sumenep”, ungkap Ibu Dewi
“Sebelumnya, kegiatan sosialisasi dan promosi kampus itu dilakukan dengan sistem masuk kelas secara bergantian. Cara ini tidak efektif dan menggangu terhadap pelaksanaan KBM kelas XII”, Ibu Dewi merinci.
“Supaya efektif dan tidak menggangu KBM, maka tim BK berkolaborasi dengan Humas SMAN 1 berinisiatif menyatukan kegiatan sosialisasi dan promosi kampus dalam satu kegiatan terpusat dan terkoordinasi bertajuk SMANSA Edufair 2025”. Ibu Demi mengakhiri keterangannya dengan rasa percaya diri.

Pantauan selama berlangsungnya acara, ruang pertemuan atau aula Said Abdullah Hall penuh dengan kehadiran siswa kelas XII. Panitia membagi kunjungan setiap kelas secara bergantian sesuai jadwal. Ada empat sesi, yakni sesi 1, sesi 2, sesi 3, dan sesi 4. Pada sesi 1 dan sesi 2 terdapat 4 kelas kunjungan, sementara sesi 3 dan sesi 4 masing-masing terdapat tempat 2 kelas kunjungan.
Terdapat delapan belas kampus baik PTN dan PTS yang hadir pada SMANSA Edufair 2025. Diantara PTN yang hadir adalah UM Malang, UB Malang, Unair Surabaya, ITS, IPB, Unesa Unej, UPN Surabaya, UTM Bangkalan, Unram Lombok, Udayana Bali, Polinema Malang, Poltekes Kemenkes Surakarta, serta terakhir Pens- Sumenep.
Sedangkan deretan PTS yang berpartisipasi pada SMANSA Edufair 2025 sebanyak empat. Semuanya merupakan kampus lokal yang ada di Kabupaten Sumenep. Ada STKIP, Unija, Uniba, dan Akademi Kesehatan Sumenep (AKS).

Salah seorang siswa kelas yang hadir bernama Joice Alisa Kanasa kelas XII F4. Gadis belia yang akrab dipanggil Joice mengungkapkan.
“Sangat menyenangkan. Bisa bertanya dan sharing tentang kampus dan seputar pemilihan jurusan”. Demikian ungkap Joice saat diwawancarai diantara siswa pengunjung.
“Gacor! Luar biasa!”, ungkap satu siswa bernama Candra Laskar Dinova kelas XII F6. Remaja yang biasa dipanggil Candra oleh temannya menambahkan ” Acara ini bisa mengenalkan saya secara dekat dengan beberapa universitas terutama di wilayah Jatim, sekaligus menjadi referensi dalam menentukan kampus untuk melanjutkan kuliah”.
Sementara itu dari pihak kampus, satu diantaranya bernama Muhammad Diansyah Al-Ghifari, mengungkapkan semangat keingintahuan siswa terhadap kampus yang dihadirkan. Mahasiswa jurusan Teknik Informasi asal UB Malang mengatakan.

” Sangat seru! Siswa SMANSA sangat berminat pada kampus yang ada di Jatim. Mereka sangat antusias untuk mendapatkan informasi seputar SNBP dan pelajaran yang menunjang”.
Setiap sesi kunjungan aula Said Abdullah Hall sesak oleh siswa SMAN 1 Sumenep yang mendatangi beberapa stan kampus. Setiap sesi diberikan durasi berkunjung sekitar dua jam lebih. Pada akhir di setiap sesi panitia mempersilahkan siswa untuk kembali ke kelas, selanjutnya panitia mempersilahkan siswa pada sesi berikutnya untuk memasuki aula. Begitu seterusnya untuk mengatur kenyamanan pengunjung SMANSA Edufair 2025 akibat kapasitas aula yang terbatas. [Syafiuddin Syarif]
