Guru Tamu sebagai Model Pembelajaran Kolaborasi dalam Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam di Kurikulum Merdeka

Syafiuddin, S.Pd.

SMAN 1 Sumenep

Pendahuluan

Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang digunakan dalam kurikulum merdeka. Pendekatan pembelajaran mendalam memfokuskan pada pemahaman yang utuh dan memberikan makna mendalam dari semua tahapan atau proses pembelajaran yang menghasilkan pengalaman belajar. Selain itu, menciptakan suasana atau kondisi pembelajaran berkesadaran (mindfull), memberikan makna (meaningful), dan menciptakan suasana gembira terhadap anak-anak salama proses pembelajaran (joyful).

Penyelenggaraan pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMA banyak menghadapi berbagai berbagai permasalahan. Banyak diantara siswa beranggapan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia membosankan dan tidak menarik. Mereka tidak tertantang dan tidak semangat, sehingga ada rasa enggan belajar dan memiliki nilai yang cenderung menurun. Beberapa siswa merasa kesulitan dengan materi yang banyak menulis dan membaca teks panjang, sehingga mereka kurang antusias. Sering kali materi pelajaran terasa terpisah dari konteks kehidupan sehari-hari siswa, sehingga siswa tidal merasakan manfaatnya secara langsung dari pelajaran atau mataeri yang dipelajari.

Sedangkan permasalahan dari sisi guru diantaranya terkait dengan kompetensi guru, diantaranya guru keterbatasan dalam menerapkan metode pembelajaran. Ia lebih fokus pada penyampaian materi teoritis, dan kurang kreatif dalam menggunakan metode pembelajaran yang lebih menarik dan kontekstual dengan kehidupan kekinian seperti diskusi, debat, atau membuat karya tulis. Serta terdapat beberapa guru yang enggan untuk belajar menaikkan kompetensi dalam metode, model, dan bentuk pembelajarn yang menarik dan menantang siswa untuk terlibat aktif di dalamnya.

Beberapa permasalah di atas sangat perlu dicarikan solusi. Penting digagas model pembelajaran yang menarik, menantang, dan melibatkan siswa aktif secara lansung dalam proses pembelajaran. Menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata siswa sehari hari. Membangkitkan semangat dan motivasi siswa. Serta memberikan pengalaman belajar berasal dan dekat dari kehidupan sehari-hari.

Pembahasan

Gagasan inovasi sebagai solusi terhadap permasalahan penyelenggraan pembelajaran di atas adalah pembelajaran kolaborasi model guru tamu. Sekolah mendatangkan seorang ahli atau praktisi di bidang tertentu dari luar sebagai pengajar atau guru, untuk belajar bersama siswa yang terkait dengan materi pembelajaran. Kehadirannya diharapkan menjadi magnet motivasi dan semangat siswa dalam kegiatan pembelajaran secara mendalam di bidang atau materi tertentu. Juga diharapkan memberikan informasi kelimuan lebih luas dan mendalam.

Model pembelajaran kolaborasi yang dilakukan dalam hal ini yaitu berbentuk program guru tamu. Mendatangkan ahli atau praktisi lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep untuk belajar bersama dalam pembelajaran Observasi Kualitas Air di Kali Marengan Kecamatan Kota Sumenep pada Pembelajaran Bahasa Indonesia materi Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) Kelas X Kurikulum Merdeka..

Segala sesuatu yang bersifat keterbaruan pasti mengadapi berbagai hal berupa tantangan yang harus dihadapi dan dicarikan solusi sebagai jalan keluar. Dari aspek eksternal muncul masalah terkait organisasi dan manajemen. Masalah ini muncul akibat dari perbedaan profesi dan budaya kerja. Guru sebagai profesi pengajar atau pendidik terbiasa menghadapi siswa atau anak-anak dalam jumlah besar dengan berbagai karakter, sikap, latar belakang yang berbeda. Sedangkan profesi di luar guru terbiasa dengan pekerjaan menghadapi sangat sedikit orang, dengan karakter yang homogen.

Perbedaan waktu atau jam kerja antara jadwal kegiatan belajar mengajar guru dengan profesi lainnya berbeda. sistem kerja keja guru mengacu pada jadwal mengajar di setiap kelas. Dalam melaksanakan tugas mengajar guru mobile atau berpindah dari satu kelas ke kelas lain. Sedangkan profesi selain guru waktunya bersifat statis.

Di aspek internal terdapat masalah terkait memperolah dukungan dari beberapa pihak internal sekolah, diantaranya wakil kepala urusan kurikulum dan kepala sekolah serta staf tenaga administrasi sekolah . Hal ini terkait pemberian ijin untuk melakukan kegiatan pembelajaran model guru tamu degan mengundang seorang ahli atau praktisi dari luar dan kegiatan pembelajaran dilaksanakan di luar sekolah. Serta terkait dengan pembuatan surat untuk pengajuan pada lembaga yang dituju.

Terdapat masalah perihal pembelajaran dan siswa. Adanya kesulitan untuk menyelaraskan materi yang akan disampaikan oleh ahli atau praktisi yang didatangkan dari luar dengan muatan pembelajaran yang sudah ada. Sehingga perlu ada penyesuaian muatan pembelajaran antara sekolah, dalam hal ini guru pengajar dengan seorang ahli atau praktisi yang didatangkan dari luar.

Selain itu muncul masalah manajemen kelas dan karakter siswa yang sangat beragam. Dalam satu kelas terdapat 36 siswa dengan bawaan karakter yang berbeda. Diharapkan semua siswa terlayani dengan baik dan berkontribusi setara dalam setiap kegiatan pembelajaran. Menunjukkan karakter dan sikap yang baik dan sopan terhadap guru tamu yang didatangkan. Juga menunjukkan antusias dan motivasi selama mengikuti pembelajaran dengan seorang ahli atau praktisi. Sehingga memberi kesan baik dan berimpilikasi positif untuk penyelenggaraan program pada berikutnya.

Semua tantangan ini harus dihadapai dengan dicarikan solusi agar gagasan model pembelajaran guru bisa terlaksana dan berlangsung dengan baik. Jika tidak dicarikan solusi maka berakibat pada tidak bisa terlaksananya kegiiatan atau bisa terlaksana dengan hasil yang sangat kurang memuaskan.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan menghadapi tantangan yang ada yaitu sebagai berikut:

Menjalin Komunikasi di Internal Sekolah

Guru pengajar terlebih dahulu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan beberapa guru pengajar di internal sekolah untuk mengetahui tanggapan dari beberapa guru terhadap program pembelajaran model kolaborasi berupa guru tamu. Selain itu, menyampaikan kepada siswa bahwa akan dilaksanakan pembelajaran kolaborasi berbentuk guru tamu.

Menjalin Koordinasi Awal dengan Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep.

Melakukan koordinasi awal dengan mendatangi pihak DLH Kabupaten Sumenep. Untuk menjalin komunikasi awal terhadap beberapa pihak di DLH kabupaten Sumenep terkait kemungkinan dilaksanakannya program guru tamu dengan mendatangkan ahli lingkungan hidup dari DLH Kabuaten Sumenep. Agar mudah dan berjalan dengan baik koordinasi ini menggunakan strategi dengan menghubungi beberapa alumni SMAN 1 Sumenep yang bekerja di DLH Kabupaten Sumenep.

Berkoordinasi dengan Waka kurikulum dan Kepala sekolah

Menghadap ke waka kurikulum, menyampaikan bahwa akan melaksanakan model pembelajaran kolaborasi berbentuk guru tamu. Disampaikan akan berkolaborasi dengan pihak DLH Kabupaten Sumenep dengan mengundang staf ahli bidang lingkungan untuk membimbing siswa melakukan onsevasi kualitas air di Kali Marengan. Disampaikan pula waktu pelaksanaan yaitu sesuai jadwal masing-masing kelas, dan tempat pelaksaan di aliran Kali Marengan yang tidak jauh dari sekolah.

Waka kurikulum telah setuju, selanjutnya menghadap kepala sekolah untuk memperoleh ijin pelaksanaan. Dihadapan kepala sekolah disampaikan bahwa akan melaksanakan pembelajaran model kolaborasi berbentuk guru tamu. Program ini telah disampaikan kepada waka kurikulum dan telah mendapatkan persetujuan. Mohon untuk diberikan ijin sekaligus dibuatkan surat permohonan kepada DLH Kabupaten Sumenep.

Kepala sekolah memberikan ijin dan memerintahkan kepada bagian tata administrasi sekolah (TAS) untuk segara dibuatkan surat permohonan kepada Kepala DLH Kabupaten Sumenep untuk mengirimkan staf ahli bidang lingkungan untuk menjadi guru tamu pada kegaiatan pembelajaran Bhasa Indonesia tentang Observasi Kualitas Air di Kali Marengan Kecamatan Kota Sumenep.

Mengirim Surat Permohonan dan Melakukan Koordinasi Lanjutan dengan Pihak DLH Kabupaten Sumenep

Surat permohon permintaan staf ahli pada program guru tamu dikirim ke DLH Kabupaten Sumenep. Selanjutnya, melakukan komunikasi intensif dengan pihak DLH Kabupaten Sumenep untuk memantapkan pelaksaan. Menerima masukan dari pihak DLH Kabupaten Sumenep agar program guru tamu terlaksana dengan baik.

Terus berkomunikasi dengan pihak DLH kabupaten Sumenep untuk mengingatkan terhadap program yang akan dilaksanakan. Juga menanyakan staf ahli yang akan dikirim pada program guru tamu, serta tak lupa memintakan nomer kontak staf yang akan dikirim supaya bisa menjalin komunikasi secara intensif demi kesuksesan program. Koordinasi lanjutan dilakukan untuk menyatukan dan menyamakan kegiatan pembelajaran yang berbeda anatara muatan pembelajaran dari kurikulum dengan sistem observasi kualitas air yang baku versi DLH Kabupaten Sumenep.

Melakukan Manajeman Kelas dan Pembinaan Karakter Siswa

Pada hari pelaksanaan, sebelum berangkat menuju lokasi, siswa dibagi ke dalam enam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari enam siswa. Masing-masing kelompok diberikan lembaran berisi pertanyaan terkait kegiatan obsevasi kualitas air di Kali Marengan. Lembaran itu dijawab berdasar penjelasan yang diberikan oleh guru tamu yang merupakan staf ahli dari DLH Kabupaten Sumenep. Jika ada pertanyaan yang tidak ditemukan jawabannya, ditanyakan pada guru tamu supaya tahu jawabannya.

Setelah pembelajaran selesai, seluruh kelompok wajib mengumpulkan lembaran pertanyaan yang telah dijawab kepada guru pengajar di sekolah. Selanjutnya, pertanyaan di lembaran yang telah dijawab oleh masing-masing kelompok dipresentasikan dan didiskusikan bersama di kelas pada kegiatan pembelajaran berikutnya.

Sebelum menuju ke lokasi observasi guru pengajar di kelas memberikan bimbingan karakter kepada seluruh siswa. Disampaikan bahwa guru tamu yang datang tidak hanya membimbing siswa dalam melakukan observasi air di Kali Marengan. Tetapi, akan menilai karakter dan perilaku siswa. Oleh sebab itu, dalam kegiatan guru tamu ini seliruh siswa menunjukkan sikap atau karakter yang terpuji. Karena sikap yang jelek yang ditunjukkan akan berakibat buruk penilaian orang luat terhadap sekolah.

Selain itu disampaikan agar siswa bersikap tertib ketika berjalan menuju lokasi. Mulai keluar dari sekolah, berjalan di jalan raya, hingga saat berada di lokasi siswa menunjukkan bersikap tertib. Juga diingatkan agar mengikuti program guru tamu secara serius dan sungguh-sungguh dengan menyimak penjelasan dengan baik, mencatat informasi penting, serta menanyakan yang kurang jelas atau butuh penjelasan lebih luas dan lebih mendalam. Seluruh siswa diwajibkan membawa buku catatan dan alat tulis untuk keperluan mencatat hal penting.

Program guru tamu sebagai model pembelajaran kolaborasi dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 02 Oktober 2025 berlokasi di aliran Kali Marengan yang dekat dengan SMAN 1 Sumenep, atau sekitar monomen perahu aliran Kali Marengan. Ahli dari DLH Kabupaten Sumenep sebagai guru tamu yaitu bapak Imranto, S.Si. selaku penyuluh lingkungan, denagn dibantu oleh satu orang staf yaitu bapak Baradis Saivi, S.T.

Guru tamu bapak Imranto, S.Si. menjelaskan di hadapan seluruh siswa tentang Kali Marengan. Bagian hulu berada di Taman Lake kelurahan pajagalan, bagian tengah di natara Desa Pabian dan Desa Marengan Laok, sedangkan bagian hilir di pelabuhan boom, Desa Kertasada Kecamatan Kalianget.

Guru tamu juga menjelaskan kondisi air Kali marengan melalui observasi langsung yang tergolong bersih dan jernih, namun terdapat sampah berupa sampah dan limbah organik. Juga menjelaskan tentang golongan air dan tingkat pencemaran air. Melalui kegiatan praktek pengukuran yang ditunjukkan oleh guru tamu, diketahui bahwa ph air Kali Marengan pada angka 7,2 atau dalam status normal, sedangkan suhunya berada pada angka 28,5 derajat celcius.

Saat bapak Imranto menjelaskan seluruh siswa memperhatikan dan menyimak dengan baik. Siswa mencatat datau menulis di buku catatan yang telah disiapkan dari sekolah terhadap hal yang dianggap penting. Beberapa siswa juga menanyakan kepada kepada guru tamu terkait hal yang kurang jelas atau butuh penjelasan lebih.

Penutup

Program guru tamu sebagai model pembelajaran kolaborasi  sangat bermanfaat bagi siswa. Pembelajaran Lebih menarik dan menatang. Minat belajar dan motivasi siswa meningkat. Memberikan pengalaman yang sangat berkesan bagi siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna. Siswa siswa menghubungkan materi pelajaran dengan dunia nyata. Siswa merasa nyaman dengan suasana belajar berbeda, sebab belajar di alam terbuka, atau lingkungan luar sekolah. Dalam hal ini, siswa belajar dalam keadaan hati yang gembira. Belajar langsung dari ahlinya memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan informasi keilmuan yang luas dan terbarukan seputar materi yang sedang dipelajari.

Program ini juga bermanfaat bagi guru-guru atau sekolah lain yang memiliki keinginan untuk melakukan pembaharuan dan kemajuan penyelengaraan dengan inovasi dan kreavitas dalam pembelajaran terhadap siswa. Guru tidak tidak hanya melakukan pembelajaran dengan metode, model dan bentuk yang itu-itu saja, tapi bisa belajar, meniru atau mencontoh dari guru yang memiliki kreativitas dan inovasi pembelajaran. Hasil belajar, meniru dan mencontoh kemudian diadaptasi, bisa juga diadopsi kemudian diimplementasikan dalam pembelajaran. Dengan inovasi dan kreativitas guru kegiatan pembelajaran menjadi berkesadaran, bermakana, dan mengembirakan.

Program guru tamu dari model kolaborasi memberikan manfaat terhadap kedua lembaga, yaitu SMAN 1 Sumenep dengan Lembaga yang diajak bekerjasama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep. Antara lain sebagai media mengintegrasikan sumber daya dan keahlian dengan melibatkan pihak luar sekolah bekerjasama dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan khususnya pembelajaran.

Sedangkan lembaga yang diajak berkolaborasi memperoleh manfaat berupa kesempatan turut andil dan berperan dalam kemajuan di dunia pendidikan. Lembaga tersebut memberikan fungsi dan peran di luar aktivitas biasanya. Mereka keluar dari lingkungannya, lalu masuk ke dunia pendidikan, menjadi inspirasi dan motivasi dalam kemajuan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara melalui pendidikan.

Leave a Comment