Raihan prestasi membanggakan di bidang literasi ditorehkan oleh siswa dan guru SMA Negeri 1 Sumenep.
Siswa dan guru berhasil lolos seleksi Bimtek (Bimbingan Teknis) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Sumenep Tahun 2026. Acara ini digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep.
Keenam siswa tersebut merupakan penulis muda yang handal, berbakat serta sangat potensial. Mereka adalah Malika Yasmin (Yasmin) kelas XI F3, Ahmad Al Farizi (Fariz) kelas XI F7, Nabilah Zahratul Ramdhani (Nabila) kelas XI F9, Selviana Novitasari (Selvi) kelas XI F9. Juga ada Shaheza Aleesha Risky (Shaheza) dan Ayesha Nuriati Nadya Ridhofa (Ayesha), keduanya kelas X E8. Sementara satu-satunya guru yang lolos seleksi bernama lengkap Syafiuddin.

Seluruh peserta wajib membuat naskah karya tulis dalam bentuk karya ilmiah populer tentang budaya lokal Sumenep. Naskah ini sebagai syarat bagi seluruh mendaftar untuk bisa mendaftar. Selanjutnya, naskah itu akan kurasi oleh panitia melalui tim penilai untuk ditentukan apakah layak untuk dilanjutkan atau tidak.
Giat yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep bersifat terbuka. Pendaftar terbuka untuk seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep. Masyarakat umum, akademisi atau dosen, mahasiswa, serta pelajar SMA dan SMP mengikityacara tersebut.

Berdasar rilis berita yang terbitkan oleh panitia melalui channel media sosial, seluruh naskah yang dikirim oleh siswa dan guru SMA Negeri 1 Sumenep dinyatakan lolos seleksi dan diundang untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan.
Bimtek akan dilaksanakan dua kali, yaitu tanggal 21 April dan tanggal 5 Mei 2026. Pada kegiatan Bimtek seluruh peserta akan dibimbing oleh para ahli tentang teknis kepenulisan yang baik, menarik dengan proses yang benar. Kemudian, seluruh peserta memperbaiki naskahnya sesuai bimbingan para ahli. Lalu, naskah yang telah diperbaiki diserahkan kembali ke panitia untuk diterbitkan dalam bentuk buku.
Judul naskah yang dikirim sangat menarik. Faris mengirim naskah dengan judul Torbang: Sayap Harapan dari Sumenep, sedangkan Yasmin mengirim naskah dengan judul Taneman Lanjhang sebagai Solusi Budaya yang Efektif dalam Mengikis Sikap Individualisme di Era Modern.

Siswa dengan nama panggilan Nabila mengangkat tema lebaran ketupat dengan naskah berjudul Dibalik Tellasan Topa’ . Selvi mengangkat tema perkawinan adat Sumenep dalam karya berjudul Nilai Simbolis dalam Rangkaian Hantaran Upacara Tradisi Perkawinan Masyarakat Sumenep.
Shaheza mengangkat tema pertarungan tradisional Madura dengan naskah berjudul Ojhung: Simfoni Keberanian, Ritual Pemanggil Hujan, dan Identitas Leluhur. Siswa bernama panggilan Aleesha mengirim naskah dengan judul Jarang Terlihat dan Didengar.
Keenam siswa yang lolos merasa surprise bisa lolos seleksi. Mereka tidak menyangka bahwa naskah yang dikirim dinyatakan lolos penilaian dan berhak untuk mengikuti Bimtek. Yasmin mengatakan, “Jujur saya kaget”. Sedangkan Ayesha menyampaikan “Sulit dipercaya, bisa lolos” . Berbeda dari keduanya, Fariz mengungkapkan rasa syukur, ” Alhamdulillah atas riski yang diberikan kepada saya diloloskan seleksi”

Halimatussuhriya, S.Pd. sebagai guru dan sekaligus pembina literasi di SMAN 1 Sumenep turut mengucapkan kebanggaan atas keberhasilan yang diraih oleh siswa di bidang literasi. Pengajar Bahasa Ibdonyyang dipanggil Ibu Iim itu mengatakan, “Prestasi ini membuktikan bahwa SMAN 1 Sumenep unggul dan bergairah di bidang literasi”. “Saya sangat senang dan bangga atas prestasi ini”, ungkap Ibu Iim ketika ditemui di ruang guru.
Keenam siswa dan satu guru itu akan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan. Selesai pelaksanaan bimtek karya mereka akan diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep.[Syafiuddin Syarif].
