Siswa SMAN 1 Sumenep terpilih sebagai peserta program Sosialisasi dan Edukasi Transaksi Nontunai bagi pelajar. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Bank Sentral Republik Indonesia (BI), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kab. Sumenep, dan Bank Jatim.
Acara dilaksanakan di gedung pertemuan sekolah Said Abdullah Hall pada hari Jumat (12/6/2025) mulai pukul 14:00 WIB. Sebanyak 350 siswa kelas XI mengikuti acara tersebut. Kepala SMAN 1 Sumenep beserta para Wakasek, seluruh guru, dan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) hadir dan mengikuti acara dari awal hingga akhir.
Hadir pula kepala Bapenda Kab. Sumenep, Wakil Direktur Bank Jatim Cabang Sumenep. Dan, pihak Bank Indonesia (BI) Wilayah Kerja Jatim yang diwakili Kepala Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran FX. Widarto.

Acara digelar dengan tema besar Simphony Rupiah. Merupakan program Bank Indonesia dalam upaya percepatan dan perluasan akseptasi digital di daerah. Pada acara ini pihak BI mengedukasi pelajar untuk menjadi pelajar yang cerdas di dunia transaksi digital menggunakan QRIS.
Acara diawali dengan sambutan kepala SMAN 1 Sumenep. Dalam sambutannya, kepala sekolah Drs. Rafiudin, M.Pd. mengungkapkan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah menjalin kolaborasi dengan SMAN 1 Sumenep.
“Saya mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada pihak BI Wilayah Kerja Jawa Timur, Bapenda Sumenep, serta Bank Jatim Cabang Sumenep”.
“Semoga kolaborasi ini terus jalin, mengingat banyak kegiatan kesiswaan di SMAN Sumenep sangat prospek dan marketable yang pendanaannya bisa didukung sepenuhnya oleh BI dan Bank Jatim”. Rafiudin menutup sambutannya yang diikuti tapuk tangan oleh seluruh siswa dan guru yang hadir.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Bapenda Kabupaten Sumenep. Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si. selaku Kepala Bapenda Sumenep menyampaikan tentang visi digitalisasi kabupaten Sumenep. Pak Faruk, demikian dipanggil, menyampaikan kepada seluruh siswa bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Sumenep bekerja keras dalam upaya percepatan digitalisasi dalam segala bidang.
Penyampaian materi sosialisasi dan edukasi dilanjutkan dari pihak BI. Ada tiga materi, yaitu Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, Edukasi , juga materi Transaksi Nontunai Menggunakan QRIS, dan terakhir sosialisasi Perlindungan Konsumen. Ketiga materi tersebut disampaikan oleh orang yang berbeda.
Materi pertama disampaikan oleh Mabruri Rachmadi, selaku Staf Pengelolaan Uang Rupiah BI Jatim. Sedang materi kedua diberikan oleh Imam Solihin, sebagai Asisten Manager Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Jatim. Zafirah Putri selaku Asisten Manager Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Jatim menuntaskan materi terakhir.

Pemateri mengenalkan satu produk platform transaksi nontunai yaitu QRIS. Siswa disampaikan beberapa keunggulan QRIS sebagai alat transaksi nontunai di era digital. Terakhir, siswa diajari dan dibimbing langsung cara penggunaan QRIS dan berbagai layanan di dalamnya.
Seluruh siswa mengikuti acara dengan semangat dan antusias tinggi. Pemateri tampil secara interaktif dengan siswa dengan membuka tanya-jawab langsung. Selain itu, pemateri memberikan hadiah uang tunai kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan. Selain itu, pihak BI juga memberikan hadiah langsung berupa souvenir cantik kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaan.

Acara berakhir pada pukul 17:00 WIB. Sebagai kegiatan penutup, pihak BI memberikan kuis Kahoot, dimana ditampilkan barcode QRIS di layar. Seluruh siswa diminta untuk memindai barcode tersebut menggunakan QRIS. Yang paling cepat memindai mendapatkan top up dana secara langsung sebesar Rp. 50.000,00 ke akun e wallet masing-masing.
Dan acara Sosialisasi dan Edukasi Transaksi Nontunai dilanjutkan pada hari kedua, yaitu Sabtu (14/6/2025). Pelaksanaan dihadiri kedua dikhususkan bagi siswa kelas X serta seluruh guru dan karyawan sekolah.[Syafiuddin Syarif)
