Satu prestasi membanggakan di awal tahun 2025 diperoleh SMAN 1 Sumenep. Sekolah Menengah Atas paling favorit di Kota Keris ini dinobatkan sebagai Sekolah Moderasi Beragama Tingkat Provinsi Jawa Timur. Bahkan, satu guru PAI bernama Achmad Darwis Sutedjo, S.Pd.I. dinobatkan sebagai Pembina Sekolah Moderasi Beragama.

Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui.Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Penghargaan diberikan dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-79 Tahun 2025.

Kepala SMAN 1 Sumenep dan Guru PAI penerima penghargaan hadir pada Resepsi Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-79 Tahun 2025 untuk menerima sertifikat penghargaan. Abdul Wasid, M.Pd.I. selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menyerahkan langsung sertifikat penghargaan kepada Kepala Sekolah dan Guru PAI Pembina Moderasi Beragama SMAN 1 Sumenep. Acara Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Hari Jumat, tanggal 17 Januari 2025 pukul 19:00 WIB bertempat di Gedung Pesantren UNIBA, Sumenep.

Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Rafiudin, M.Pd., menyambut gembira terhadap penghargaan yang diterima oleh sekolah yang dipimpinnya. Rafiudin, biasa dipanggil, mengungkapkan kegembiraan dihadapan para siswa dan guru-guru SMAN 1 Sumenep.

“Kita harus bangga dan senang, sebab sekolah kita baru saja dinobatkan sebagai Sekolah Moderasi Beragama. Dan kebahagiaan itu bertambah dengan dinobatkannya satu guru PAI sebagai Pembina Sekolah Moderasi Beragama Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 oleh Kementerian Agama RI”.

Kepala SMAN 1 Sumenep mengumumkan prestasi terbaru yang diraih sekolah pada satu acara yang dihadiri oleh siswa dan guru di gedung pertemuan Said Abdullah Hall. Siswa dan guru yang hadir bertepuk tangan pertanda senang dan bangga atas prestasi yang telah diraih sekolah tempat mereka belajar.

Kepala sekolah menambahkan, “Di sekolah kita mayoritas beragama Islam. Namun, ada beberapa siswa yang beragama non Islam. Selama ini, tidak pernah terjadi tindakan yang mengarah pada kekerasan dan perundungan terhadap siswa yang non Islam, termasuk juga perbedaan aliran dalam agama”.

“Selain itu, sekolah kita sangat toleran. Juga merawat dan melestarikan terhadap nilai lokal yang arif dan bijak”. Kepala Sekolah menyampaikan beberapa alasan SMAN 1 Sumenep berhak mendapatkan penghargaan tersebut.

Berdasar penelusuran tim Publikasi Sekolah, jumlah siswa di SMAN Sumenep sebanyak 1.080 siswa mayoritas beragama Islam. Terdapat beberapa siswa yang beragama non Islam, diantaranya siswa beragama Kristen sebanyak empat ( 4 ), dan beragama Katolik sebanyak tiga ( 3 )siswa.

Dari laman Kementerian Agama Republik Indonesia, melalui Sekretaris Jenderal Kemenag RI Prof. Dr. Nizar, M.Ag dijelaskan tentang indikator keberhasilan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat. Prof. Nizar menyampaikan bahwa keberhasilan moderasi beragama dapat diukur melalui empat indikator, yakni komitmen kebangsaan, anti kekerasan, sikap toleransi dan penerimaan terhadap tradisi lokal.[Syafiuddin Syarif]

Leave a Comment