SMAN 1 Sumenep menggelar Ujian Tahfidz Akhir Jenjang bagi siswa kelas XII Program Tahfidz. Ujian dilaksanakan selama empat hari dimulai dari hari ini, Senin (26/01/2026).n

Ruang pertemuan SMAN 1 Sumenep riuh dengan pembacaan Al-Quran yang dilantunkan oleh siswa kelas XII Program Tahfidz. Diantaranya ada yang morajaah atau mengulang hafalan, sementara ada satu siswa yang dengan suara keras melantangkan bacaan ayat suci Al-Quran di hadapan tiga penguji.

Dalam ujian Akhir Jenjang ini seluruh siswa program tahfidz diuji hafalan Al-Quran sebanyak yang mereka telah hafalkan. Satu persatu mereka dipanggil duduk di hadapan penguji. Kemudian mereka membacakan hafalan Al-Quran. Tiga guru penguji menyimak pembacaan hafalan peserta. Penguji menyimak secara seksama pembacaan peserta. Jika salah akan dikoreksi, jika benar diminta melanjutkan pada bagian selanjutnya baik ayat, surat atau juz.

Ujian Tahfidz Akhir Jenjang diikuti oleh 36 siswa program tahfidz. Mereka dibagi atas dua kelompok. Kelompok satu dilaksanakan bertempat di Ruang Pertemuan Sekolah lantai II, sedangkan kelompok dua menempuh ujian di ruang Said Abdullah Hall.

Ujian Akhir Jenjang Tahfidz dilaksanakan dalam tiga tahap mulai dari Senin ( 26/01/2026) sampai Kamis (29/01/2026). Tahap satu yaitu uji comprehensif (tasmik) pada hari Senin dan Selasa. Tahap dua dilaksanakan pada hari Rabu berupa ujian terbuka seluruh peserta tahfidz. Bisa disaksikan oleh orang tua dan diuji oleh langsung oleh pemegang sanad tahfidz pondok pesantren tahfidz Zainul Ibad.

Tahap ketiga yaitu pada hari Kamis. Ujian dilaksanakan di Pesantren Zainul Ibad, Parenduan Kecamatan Paragaan. Dikuiti oleh dua siswa penghafal terbaik. Pada tahap ini dua penghafal terbaik mempresentasikan seluruh hafalannya di hadapan penguji pemegang sanad tahfidz. Kedua penghafal terbaik akan mendapatkan ijazah tahfidz bersanad dari pengasuh Pesantren Tahfidz Quran Zainul Ibad.

Dua siswa penghafal terbaik program tahfidz SMAN 1 Sumenep bernama lengkap Adinda Lestari Caesaria sebanyak 7 juz dan Ulyatun Nikmah sebanyak 5 juz. Adinda Lestari C. menghafal juz 30, 29, 1, 2, 3, 4, dan juz 5. Sedangkan penghafal terbaik atas nama Ulyatun Nikmah berhasil menghafal juz 30, 29, 1, 2, dan juz 3. Adinda dan Ulya, nama panggilan akrabnya, merupakan dua hafidzah terbaik dengan jumlah hafalan terbanyak.

Ach. Junaidi selaku penanggung jawab Program Tahfidz menjelaskan tentang teknis pelaksanaan.

“Ujian Tahfidz Akhir Jenjang merupakan ujian akhir bagi siswa kelas XII Program Tahfidz. Peserta Program Tahfidz diuji secara menyeluruh menyeluruh terhadap seluruh capaian juz yang telah dihafal dari semester satu sampai lima”

Selanjut, Pak Haji Jun , demikian biasa dipanggil menjelaskan teknis uji sanad.

“Siswa Program Tahfidz yang diperkenankan mengikuti ujian sanad harus memenuhi persyaratan minimal hafal sebanyak 3 juz dengan predikat minimal “Baik”.di semua juz. Demikian Pak Haji Jun memberikan penjelasan didampingi tim program tahfidz.

Pada hari Kamis (29/01/2026) peserta uji sanad tahfidz akan diantar oleh pihak SMAN 1 Sumenep ke Pesantren Tahfidz Quran Zainul Ibad. Selanjutnya, akan dilakukan proses penyerahan ke pihak penguji oleh pihak SMAN 1 Sumenep. Setelah itu langsung dilakukan uji terhadap siswa penghafal sebanyak juz yang telah dihafal. Setiap juz diperkirakan membutuhkan waktu sebanyak 30 menit dalam presentasi hafalan kepada para penguji.

Selesai prosesi penyerahan, Pihak SMAN 1 Sumenep kembali ke sekolah dengan hanya menyisakan dua guru pendamping. Pada sore hari, peserta uji sanad tahfidz akan dijemput pulang oleh pihak SMAN 1 Sumenep.

Secara bahasa, sanad berarti sandaran atau pegangan. Sanad berarti mata rantai keilmuan yang bersambung dari guru ke guru hingga Rasulullah SAW. Seseorang yang memiliki ijazah sanad tidak hanya diakui hafal, tetapi juga diakui membaca sesuai riwayat qira’at yang benar dengan jalur transmisi yang jelas. Program Tahfidz SMAN 1 Sumenep mengambil sanad kepada KH. Abdullah Zaini, Lc, Q, MTh, I. pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Quran Zainul Ibad.[Syafiuddin Syarif]

Leave a Comment